Bahaya abu vulkanik pada saluran pernapasan

Waspadai jika di tempat tinggal anda mengalami serangan abu vulkanik pada saat terjadi gunung meletus. Karena pada gunung berapi biasanya terkandung berbagai macam materi didalamnya dan pada waktu gunung berapi tersebut meletus materi-materi yang terkandung tersebut keluar dan  terbawa oleh angin.

bahaya abu vulkanik pada saluran pernapasan

Gambar muntahan abu vulkanik dan butiran abu vulkanik yang diperbesar


Materi Vulkanik tersebut biasanya berbentuk butiran pasir, debu dan abu Vulkanik. Debu dan Abu vulkanis tersebut bisa berukuran sangat kecil, untuk debu vulkanik sendiri ukurannya lebih kecil berbanding dengan Abu Vulkanik, yaitu kurang dari 10 mikron. Meskipun demikian Abu vulkanik dan Debu Vulkanik sama berbahayanya jika sampai terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan kita.

Selain mengganggu sistem pernapasan material abu vulkanik juga mengganggu kesehatan, contohnya adalah iritasi mata dan kulit, iritasi mata dan kulit tersebut diakibatkan oleh kandungan lapisan asam pada abu vulkanis.

Dan yang paling harus diwaspadai dari abu vulkanik ini adalah debu dan abu yang disertai hawa panas yang disebut debu dan abu piroklastik, karakter abu vulkanik jenis piroklastik ini mirip dengan bahan baku industri kaca glass hard tapi dengan bentuk lebih halus atau yang biasa di sebut silika, permukaan benda tersebut tajam dan tidak teratur apabila dilihat dengan bantuan mikroskop, SANGAT BERBAHAYA jika terhirup dan masuk ke saluran pernafasan kita karena bisa mengakibatkan kematian. Ini diakibatkan karena terjadinya luka apabila abu dan debu vulkanik tersebut masuk ke dalam paru-paru, dampak lainya yang bisa terjadi akibat menghirup abu jenis ini adalah terjadinya radang paru-paru.

Artikel terkait : cara mengatasi abu vulkanik yang terhirup

Efek gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh Abu Vulkanik

Menurut lansiran kompas.com Efek gangguan kesehatan yang ditimbulkan abu vulkanik jika terhirup kita terbagi menjadi dua jenis, efek akut dan kronis.

Efek gangguan pernapasan Akut akibat menghirup abu vulkanik
Terdiri atas gangguan pernafasan dan iritasi saluran pernafasan, hidung meler dan berlendir dan beberapa waktu kemudian penderita mengalami gangguan tenggorokan  disertai dengan batuk kering. Bisa juga sampai terjadi batuk berdahak dan sesak napas dan berbunyi ( mengi ).

Efek gangguan pernapasan akut ini biasanya akan dialami oleh orang-orang yang sebelumnya sudah menderita gangguan pernapasan tersebut, seperti asma dan bronkitis.

Efek gangguan pernapasan Kronik akibat menghirup abu vulkanik
Efek gangguan pernapasan kronik ini biasanya diakibatkan menumpuknya atau mengendapnya abu vulkanik dalam paru-paru kita, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hingga tahunan sampai mengakibatkan penyakit paru obstruktif kronik atau yang biasa disebut dalam bidang medis dengan istilah PPOK. Selain itu timbunan debu dan abu vulkanik pada jaringan paru bisa mengakibatkan silikosis. Silikosis adalah penyakit gangguan pernapasan  yang diakibatkan karena terjadinya penumpukan silika yang merupakan salah satu material yang terkandung dalam abu vulkanik.

Untuk mencegah atau setidaknya mengurangi resiko kita menghirup kandungan abu vulkanik tersebut adalah gunakan masker atau bisa juga memakai kain penutup atau slayer sewaktu terjadinya serangan abu vulkanik di tempat tinggal anda, Semoga artikel yang di sunting dari berbagai sumber ini bermanfaat. (berbagi-kiat)